Beasiswa Gratispol Jadi Investasi Pemkab Kutim untuk Dorong Pembangunan Daerah

Sosialisasi Beasiswa Kutai Timur, Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur (09.00 WITA)

Loading

KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah. Salah satunya melalui program beasiswa yang terintegrasi dengan kebijakan Gratispol Pendidikan.

 

Dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur pada Kamis, 3 Juli 2025, pemerintah menegaskan komitmen mereka untuk menjadikan pendidikan sebagai investasi jangka panjang demi mendorong kemajuan daerah.

 

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Kutim, Poniso Suryo Renggono, menyebut program beasiswa bukan sekadar bantuan finansial, melainkan langkah strategis untuk mencetak SDM unggul yang akan berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah.

 

“Beasiswa ini tidak hanya bagi yang kurang mampu, melainkan keseluruhan dalam rangka untuk pemberantasan pendidikan. Tapi, ada syarat-syarat teknis guna meningkatkan semangat belajar mereka menjadi mahasiswa yang cerdas, yang religius serta tidak mudah terpengaruh dengan provokasi-provokasi dan semangat tinggi untuk memajukan daerah di Kutai Timur,” ucap Poniso.

 

Dirinya juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk memastikan seluruh pelajar Kutai Timur dapat mengakses informasi mengenai program beasiswa ini.

 

“Kalau sudah berprestasi saya yakin akan memberikan kontribusi yang positif terhadap daerah dalam rangka untuk pembangunan yang lebih baik kepada masyarakat Indonesia,” sebutnya.

 

Sementara itu, Plt. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kutim, Nurcholis, menjelaskan bahwa program beasiswa daerah ini telah dijalankan sejak tahun 2022 dan terbagi menjadi dua kategori, yaitu beasiswa stimulan dan beasiswa tuntas.

 

“Beasiswa stimulan saat ini sebesar Rp6 juta per tahun, sedangkan beasiswa tuntas disesuaikan dengan besaran UKT masing-masing mahasiswa,” jelas Nurcholis saat dikonfirmasi dalam wawancara terpisahnya.

 

Ia menambahkan, beasiswa ini telah diintegrasikan dengan program Gratispol, sehingga tidak ada tumpang tindih penerimaan.

 

“Jadi yang sudah dapat di Gratispol insyaallah nanti akan diterapkan tidak akan mendapatkan lagi di beasiswa Kutai Timur,” pungkasnya. (RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini