Program Tamsya Diluncurkan, Dua Bayi Ditemukan Dalam Sepekan, Ini Tanggapan Ketua Komisi C DPRD Kutai Timur!

![]()
KUTAI TIMUR – Hadirnya program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) di Kutai Timur, yang diluncurkan langsung oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada Selasa, 27 Maret 2025, di Kecamatan Muara Wahau, dirancang menjadi solusi pengasuhan terintegrasi bagi keluarga Indonesia, terutama orang tua bekerja di tengah tantangan bonus demografi.
Namun, mirisnya di hari yang sama terdapat temuan sesosok bayi tak bernyawa terbungkus dalam tas jinjing berwana biru di tepian sungai Kanal 2, Kecamatan Sangatta Utara. Tak hanya itu, dalam waktu sepekan di Kecamatan yang sama kembali di temukan jasad bayi terbungkus kantong plastik yang dibuang di areal kosong dekat pemukiman warga tepatnya di Gang Komando II, pada Selasa pagi, 3 April 2025.
Menganggapi hal tersebut, Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Bidang Pembangunan), Ardiansyah mengimbau kepada pemerintah agar segera ditindak tegas terkait pergaulan bebas serta kenakalan remaja yang berpotensi merusak masa depan.
“Jangan sampai, image yang kita bangun tadi jadi rusak karena adanya oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,” tegas Ardiansyah saat dikonfirmasi seusah rapat hearing, di Sekretariat DPRD Kutai Timur, pada Rabu, 18 Juni 2025.
Menurutnya, pihak catatan sipil (capil) harus tegas dalam menangani pernikahan di usia dini dan nikah tanpa adanya surat resmi yang tidak terdaftar secara hukum dan agama.
“Yang perlu kita dorong adalah memberikan pemahaman terkait kenakalan remaja, pernikahan dini, dan nikah tanpa surat resmi ini yang jadi kendala dan perlu kita benahi,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji mengatakan program ini dirancang sebagai solusi pengasuhan terintegrasi bagi keluarga Indonesia, terutama orang tua bekerja di tengah tantangan bonus demografi.
“Dalam rangka memberikan peluang tapi anaknya juga perlu kasih sayang, dikasih suasana kebatinan. Bahwa ini anak Indonesia yang berhak mendapatkan kasih sayang, yang berhak mendapatkan pengasuhan. Rezeki orang tidak ada yang tahu, barangkali yang diasuh ini yang ibunya bekerja di kebun sawit dapat menjadi generasi penerus masa depan Indonesia,” kata Wihaji dalam sambutannya, pada Selasa, 27 Mei 2025, pukul 14.07 WITA.
Menurutnya, DSN dipilih sebagai wadah peluncuran TAMASYA, karena dinilai memiliki kontribusi positif dalam bidang lingkungan, sosial serta ekonomi. Selain itu, juga didasarkan pada komitmen kuat perusahaan dalam memenuhi hak-hak pekerja khususnya dalam aspek pengasuhan anak yang saat ini memiliki 91 Tempat Penitipan Anak (TPA) melayani hingga 1.860 anak dengan dukungan sebanyak 186 tenaga pengasuh.
“Karena itu saya berterima kasih. Alhamdulilah 1.800 anak yang diasuh menurut laporan dari 91 titik. Artinya dari 1.800 itu adalah anak dari 19.000 karyawan yang bekerja di 60 hektar. Tentu ini bagian dari amal, bagian yang baik dan saya tanya (kepada pihak DSN) katanya ini gratis semua,” ucapnya.(RH)


Tinggalkan Balasan