Sidak SPBU Sangatta Usai Isu BBM Bermasalah, Ini Hasilnya!

![]()
KUTAI TIMUR – Maraknya isu Bahan Bakar Minyak (BBM) tercampur air (oplosan) menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat yang tidak hanya berada di Ibu Kota namun juga daerah-daerah Kabupaten pun menyoroti hal tersebut.
Pasalnya, sejumlah kendaraan roda dua hingga roda empat mengalami kerusakan dan diduga terjadi setelah mengisi BBM di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terletak di wilayah Sangatta.
Keluhan tersebut dilontarkan oleh beberapa pengguna sosial media Instagram yang menyebutkan bahwa setelah mengisi ulang BBM kendaraan roda dua nya mengalami kondisi tersendat pada saat di gas dan mudah mati.
“Motor ku brebet-brebet sama gampang mati habis isi di pom,” ucap salah satu pengguna Instagram saat mengomentari postingan video dari akun Instagram Sangattaku.
Menanggapi kasus tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur didampingi Dinas Perhubungan, Kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Lembaga Perlindungan Konsumen melakukan inspeksi mendadak di SPBU Jalan Yos Sudarso (samping Pizza Hut), Kecamatan Sangatta Utara sesuai arahan Bupati Kutai Timur dengan melakukan pengetesan kadar air.
Proses uji kadar air tersebut melalui beberapa rangkaian yakni dengan memasukan ketiga jenis BBM (Petralite, Pertamax, Pertamax Turbo) di wadah dengan volume 1 liter dan di masukan stik yang telah diolesi Water Paste (pasta air) dan apa bila terdapat campuran air maka pasta tersebut akan berubah warna menjadi merah. Namun dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukannya kadar air yang mengkontaminasi dari ketiga jenis BBM tersebut.

Tak hanya itu, untuk lebih memastikan Disperindag pun memeriksa di mobil tangki yang baru sampai pada hari itu dengan muatan 8.000 liter Pertalite hingga menguji pada tangki tanam dengan menggunakan metode serupa, tetapi tak juga mendapatkan hasil bahwa dari masing-masing jenis BBM tersebut tercampur air.

Atas hasil tersebut, Kadisperindag Kutai Timur, Nora Ramadhani menyatakan kepuasan terhadap hasil sidak yang dilakukan itu karena tidak ditemukan kandungan air yang tercampur maupun perubahan warna pada BBM di SPBU tersebut.

“Ini kabar baik untuk kita, termasuk masyarakat Kutai Timur supaya tidak ragu-ragu mengisi bensin atau BBM jenis lain di SPBU,” ucap Nora saat dimintai tanggapannya usai kegiatan sidak pada Selasa, 8 April 2025 Pukul 15.54 WITA.
Namun dengan hasil tersebut, Nora mengatakan bahwa hal ini tidak menutup kemungkinan terkait oplosan yang menjadi keluhan yang tidak hanya di alami oleh warga Kutai Timur, melainkan juga daerah-daerah lainnya.
“Seandainya besok ditemui ada keluhan masyarakat mengisi di SPBU Pendidikan, kita akan langsung sidak kesana menggunakan hal yang sama seperti yang kita lakukan pada hari ini,” katanya.
Sementara itu, Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Azri Ramadan Tambunan mengatakan sebelum ramai nya kasus tersebut, pihak Pertamina telah rutin melakukan inspeksi sesuai Standar Oprasional Prosedur (SOP) di seluruh SPBU wilayah Sangatta dengan beberapa rangkaian proses mulai dari sampling hingga uji laboratorium guna mengetahui lebih detail. Namun sejauh ini belum ditemukan dugaan terkait BBM yang terkontaminasi oleh air dan hasil dari uji laboratorium menunjukan kualitas dari BBM tersebut masih terjaga.
“Saat ini kami juga rutin melakukan pengecekan di seluruh SPBU-SPBU di Sangatta terkait dengan quantity dan quality (kuantitas dan kualitas). Namun ini kita lebih dalami lagi, maksudnya lebih dalami lagi pengecekan, bahkan kita ada kirim sampel ke lab,” terang Azri saat dikonfirmasi melalui telfon di aplikasi WhatsApp Pukul 20.30 WITA.
Namun terkait dugaan oplosan tersebut, pihaknya tetap berusaha semaksimal mungkin mencari titik permasalahan dengan bantuan beberapa stakeholder terkait, kepolisian hingga anggota dewan dengan mengirimkan sampel-sampel ke lab swasta.
“Ya, mudah-mudahan cepat dapat titik temunya lah gitu ya benang merahnya itu seperti apa sebenarnya gitu ya. Kami di samping itu kami juga terus memperketat, pengawasan kami untuk di SPBU gitu ya. Kita juga selalu mengingatkan untuk sekarang ini ke teman-teman SPBU mereka harus lebih ketat lah perhatian gitu ya terhadap quality quantity produk yang kita salurkan gitu. Kita juga pada intinya tidak ingin membuat konsumen kita kecewa gitu,” ujarnya.
Dengan kinerja yang maksimal itu, Azri berharap agar segera ketemu titik permasalahan dan dapat menyelesaikan hambatan yang dapat merusak kepercayaan warga kepada produk-produk dari Pertamina.
“Harapan kami juga masyarakat tetap percayalah dengan Pertamina, produk-produknya gitu ya. Karena kita memang ini kita memang berusaha,” pungkasnya. (RH)


Tinggalkan Balasan