Dermaga Belum Rampung, Masyarakat Diminta Tidak Beraktivitas di Lokasi

Kepala Dinas Perhubungan Kutai Timur, Joko saat ditemui di ruang kerjanya

Loading

KUTAI TIMUR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Timur menegaskan bahwa dermaga yang saat ini dalam tahap pemeliharaan belum dapat digunakan untuk aktivitas masyarakat. Meskipun portal penutup telah dipasang, sejumlah warga tetap nekat masuk ke area dermaga, bahkan membuat jalan alternatif untuk mengakses lokasi tersebut.

 

Kepala Dishub Kutai Timur, Joko mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi ini. Pihaknya juga menyebutkan adanya kekhawatiran terhadap potensi kerusakan akibat aktivitas warga yang tidak bertanggung jawab.

 

Beberapa orang bahkan telah mendirikan lapak-lapak di sekitar dermaga. Hal ini dinilai dapat menyulitkan kelanjutan proyek, sebagaimana pengalaman sebelumnya saat dilakukan pembongkaran lapak-lapak liar yang memerlukan biaya tambahan.

 

“Dermaga itu bukan fasilitas untuk rekreasi lah, intinya kan gitu. Apalagi posisinya, dermaga yang ada sekarang itu masih dalam pemeliharaan pihak ketiga. Ini kan kita lagi menunggu pemeriksaan BPK (Badan Pengawasan Keuangan). Padahal itu kan fasilitas umum, tapi posisinya masih belum selesai total. Mungkin nanti kalau misalkan sudah ada dermaga mungkin disediakan juga kan (space untuk UMKM) tapi untuk sementara belum bisa,” ujar Joko saat di temui di ruang kerjanya pada Senin, 10 Februari 2025.

 

Selain itu, reklamasi area dermaga juga masih memerlukan pemadatan. Lalu lintas kendaraan yang keluar masuk tanpa izin, berpotensi menghambat proses tersebut.

 

“Reklamasi itu kan pasir, masih perlu pemadatan, tapi kalau mobil banyak keluar masuk jadi berlubang-lubang gitu,” tambahnya.

 

Terkait keamanan, pihaknya mengakui telah memasang portal sebagai langkah pengamanan. Namun menurut informasi, portal tersebut sempat dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Atas hal itu, ke depan nya, pemerintah akan membahas permasalahan ini dalam forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang melibatkan berbagai instansi terkait, termasuk Satpol PP dan Disperindag.

 

“Nanti ini bahan untuk kami mungkin dalam waktu dekat ada forum LLAJ. Nanti ada saya mungkin saya masukkan,” pungkasnya. (RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini